Mencari Posisi Terbaik untuk Dele Alli di Spurs

Dele Alli akan memulai musim 2020 bersama Tottenham Hotspur. Gelandang berusia 23 tahun itu tidak bisa bermain sejak pekan pertama karena cedera hamstring. Menurut sumber CloverQQ Ia hanya bermain menggantikan Erik Lamela pada pertandingan melawan Arsenal yang berakhir imbang 2-2. Di bangku cadangan, Alli tidak dimainkan saat Tottenham menang 4-0 atas Crystal Palace.

Pochettino akhirnya menempatkan Dele Alli kembali di starting line-up saat Spurs menghadapi pekan pertama Liga Champions melawan Olympiacos. Dalam perjalanan ke Yunani, Spurs unggul 2-0 dengan penalti dari Harry Kane dan satu gol dari Lucas Moura. Namun, manfaat tersebut tidak bertahan lama. Olympiakos berhasil menyamakan kedudukan dengan gol dari Podence dan Valbuena.

Alli bermain selama 73 menit sebelum digantikan oleh Son Heung-min. Dia kebobolan dua tendangan dengan satu gol ke arah gawang, serta akurasi operan 84% selama 73 menit permainan. Alli juga justru memberikan kontribusi penalti atas gol pertama Tottenham. Dia memberi Kane umpan yang kemudian dijatuhkan ke area penalti. Tapi jelas itu tidak hanya membantu.

Secara umum, ada yang kecewa dengan pertandingan Alli melawan Olympiacos. Salah satunya adalah eks gelandang Tottenham Jermaine Jenas. Jenas merasa Alli belum kembali ke level terbaiknya usai cedera yang dideritanya di awal musim. Hal senada diungkapkan Rio Ferdinand yang mengatakan bahwa Alli harus segera menampilkan penampilan terbaiknya jika ingin bersaing di lini tengah papan atas Inggris.

Jika dilihat lebih jauh, performa Dele Alli dari musim ke musim cenderung menurun. Alli bergabung dengan MK Dons pada musim panas 2015. Saat itu, Alli, 19 tahun, langsung menarik perhatian Liga Inggris dengan mencetak 10 gol dalam 33 penampilan. Rekor luar biasa untuk pemain muda Inggris di Liga Premier.

Musim berikutnya, penampilan Alli semakin cerah. Ia menyumbangkan 18 gol untuk Spurs dalam 37 penampilan Liga Inggris. Penampilan tersebut langsung membawa pelatih Inggris Gareth Southgate ke Alli dan diberi tugas mengisi lini tengah Inggris di Piala Dunia 2018.

Namun, pada musim 2017/18 dan 2018/19, performa Alli justru menurun. Pada musim 2017/18, Alli hanya mampu menyumbangkan 9 gol dari 36 penampilan. Musim berikutnya semakin membuat frustasi, masalah cedera membuatnya hanya mampu bermain dalam 25 pertandingan Liga Inggris bersama Spurs dan hanya menyumbang 5 gol.

Situasi ini berbeda dengan yang diperlihatkan rekan setimnya di Korea Selatan, Son Heung-min. Son yang juga diperkenalkan pada musim panas 2015 ini menunjukkan performa yang konsisten di setiap musim. Usai mengakui musim pertamanya dengan menyesuaikan diri dengan kompetisi Inggris, Son secara konsisten menyumbangkan lebih dari 10 gol untuk Tottenham mulai musim 2016/17 hingga musim 2018/2019.

Hal ini menyebabkan posisi Alli berubah dari sebelumnya. Pochettino tidak lagi menempatkan Alli di belakang Harry Kane, yang merupakan posisi favoritnya. Posisi ini paling sering ditempati Son, yang menandakan performa lebih mantap. Alli harus rela bermain lebih jauh atau bermain di sisi kanan atau kiri Tottenham Hotspur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *